Perempuan Hujan

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

Derita Anak Palestina

Di medan pertempuran
Aku melihat mereka membawa senjata yang mematikan
Pesawat tempur yang berterbangan
Bulldozer yang menghancurkan semua bangunan

Minggu, 07 Januari 2018

Aku rindu kamu

Aku merindukanmu,
Ini sesuatu yang besar yang tak cukup aku simpan dalam dada
Sesuatu yang besar yang tak bisa kugenggam dalam kepalan tangan
Sungguh, ini sesuatu yang tidak kecil
Ini benar-benar aku rasakan

Sabtu, 06 Januari 2018

Aku butuh kamu

Aku mencintaimu, hingga hari ini
Perasaan itu masih ada dan selalu ada dalam dada
Denganmu, segalanya ingin kupertahankan
Apapun akan kuperjuangkan
Sungguh, hanya denganmu aku ingin jalani segala peristiwa yang ada

Senin, 24 April 2017

Apa Agamamu, Jakarta?

Jika sampai sesat
di pos imigrasi negeri yang lain itu pun
kota ini tidak akan dihadang pemeriksaan dengan pertanyaan:
apa agamamu, Jakarta?

Jumat, 06 Mei 2016

Bu, Yuyun Pamit.


Kata Ibu, aku hidup di Negara yang berperikemanusiaan.
Tapi, bu. Kenapa masih banyak hewan yang berkedok manusia, di tanah ini?

Senin, 27 Juli 2015

ORANG KECIL ORANG BESAR

Suatu hari yang cerah
Di dalam rumah yang gerah
Seorang anak yang lugu
Sedang diwejang ayah-ibunya yang lugu

Ayahnya berkata:
“Anakku,
Kau sudah pernah menjadi anak kecil
Janganlah kau nanti menjadi orang kecil!”

“Orang kecil, kecil peranannya
Kecil perolehannya,” tambah si ibu
“Ya,” lanjut ayahnya

“Orang kecil sangat kecil bagiannya.
Anak kecil masih mendingan,
Rengeknya didengarkan,
Suaranya diperhitungkan,
Orang kecil tak boleh memperdengarkan rengekan
Suaranya tak suara.”

Sang ibu ikut wanti-wanti:
“Betul, jangan sekali-kali jadi orang kecil
Orang kecil jika jujur ditipu
Jika menipu dijur
Jika bekerja digangguin
Jika mengganggu dikerjain.”

Ayah dan ibu berganti-ganti menasehati:
“Ingat, jangan sampai jadi orang kecil
Orang kecil jika ikhlas diperas
Jika diam ditikam
Jika protes dikentes
Jika usil dibedil.”

“Orang kecil jika hidup dipersoalkan
Jika mati tak dipersoalkan.”

“Lebih baik jadilah orang besar
Bagiannya selalu besar.”

“Orang besar jujur-tak jujur makmur
Benar-tak benar dibenarkan
Lalim-tak lalim dibiarkan.”

“Orang besar boleh bicara semaunya
Orang kecil paling jauh dibicarakan saja.”

“Orang kecil jujur dibilang tolol
Orang besar tolol dibilang jujur
Orang kecil berani dikata kurangajar
Orang besar kurangajar dikata berani.”

“Orang kecil mempertahankan hak
disebut pembikin onar
Orang besar merampas hak
disebut pendekar.”

Si anak terus diam tak berkata-kata.

Namun dalam dirinya bertanya-tanya:
“Anak kecil bisa menjadi besar
Tapi mungkinkah orang kecil
Menjadi orang besar?”

Besoknya entah sampai kapan
si anak terus mencoret-coret dinding kalbunya sendiri:

“O  r  a  n  g    k  e  c  i  l  ?  ?  ?
O  r  a  n  g    b  e  s  a  r  !  !  !”

1993

ORANG KECIL ORANG BESAR - Puisi karya KH. Mustofa Bisri.
Puisi yang menyentuh ketika saya dengarkan.
Dan saya ingin membagi puisi ini, untuk kaudengar (juga).


Senin, 29 Juni 2015

Sayap - Sayap Patah.

Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya,
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini.
Begitu rapuh dan mudah terluka.

Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh saat berselimut cinta dan asa.

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu didalam hati ini.
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira.

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa.
Menghimpit bayangan, menyesakkan dada.
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa.

Wahai ilalang…
Pernah kah kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini?
Mengapa kau hanya diam.
Katakan padaku.
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini.
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini.

Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali.
Desiran angin membuat berisik dirimu.
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku,
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga..

Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia.
Menghargai apa arti cinta.
Hati yang terjatuh dan terluka.
Merobek malam menoreh seribu duka.

Kukepakkan sayap-sayap patahku.
Mengikuti hembusan angin yang berlalu.
Menancapkan rindu disudut hati yang beku.
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan.

Sebelum hilang di terpa angin,
Sambil terduduk lemah.
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh.

Ku gapai kepingan di sudut hati.
Hanya bayangan yang kudapat.
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya.
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah.
Tertusuk duri-duri yang tajam.
Hanya bisa meratap.
Meringis..
Mencoba menggapai sebuah pegangan.

karya Kahlil Gibran

Senin, 22 Juni 2015

Untuk Ibu(kota)ku, Jakarta^^

Selamat malam, Ibukota.
Bagaimana kabarmu? Semoga kau selalu baik-baik saja. Meskipun aku tahu, bahwa kau sedang tak baik-baik saja.

Ibukota, ya, Jakarta.
Sudah delapan belas tahu aku menetap di jantungmu yang padat penduduk. Apa kau tak merasakan sesak di dadamu? Mungkin kau ingin mutah, karena tubuhmu sudah terlalu banyak penghuni lalu kau merasakan mual? Hm? Tidak? Sungguh? Kau terlihat munafik, sayang.

Kau tak marah dengan penghuni yang mengotorimu dengan tangan-tangannya yang tak bertanggung jawab?
Kau tak dendam dengan mereka yang mengambil senyummu, yang merampas kegagahanmu dan membiarkanmu menangis dengan sejuta ketidakpedulian mereka? Kau tak dendam? Kau tak ingin marah dengan mereka yang jahat padamu? Mereka menertawakanmu, kau diam saja?

Ah, mulia sekali hatimu. Kau memang seperti ibu yang rela melakukan apa saja demi anak-anaknya.

Tapi, kau perlu ingat, umurmu tak lagi muda; kulitmu keriput, kepalamu digunduli dari pepohonan yang semula subur, badanmu di penuh penyakit timbul berbentuk bangunan-bangunan tinggi nan megah.  Seringkali tubuhnya tak kuat menopang air lalu terendam lumpur setiap kali hujan. Aku prihatin dengan keadaanmu, Bu.

Aku sebagai anak yang hidup di rahimmu saat ini; Aku ingin memelukmu erat dengan kasih sayang sebagai penyertanya. Biarkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Aku ingin merawatmu sepenuh hati. Aku ingin memaniskan senyummu kembali, yang telah lama masam ini.
Ah, ya, bu. Hari ini, hari kelahiranmu. Aku  ingin menghadiahimu puisi karangan penyair favoritku; W.S Rendra. Semoga kau suka, ya. J

Tuhan yang Maha Esa,
alangkah tegangnya
melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan,
dan masyarakat yang diternakkan.

Malam rebah dalam udara yang kotor.
Di manakah harapan akan dikaitkan
bila tipu daya telah menjadi seni kehidupan?
Dendam diasah di kolong yang basah
siap untuk terseret dalam gelombang edan.
Perkelahian dalam hidup sehari-hari
telah menjadi kewajaran.
Pepatah dan petitih
tak akan menyelesaikan masalah
bagi hidup yang bosan,
terpenjara, tanpa jendela.

Tuhan yang Maha Faham,
alangkah tak masuk akal
jarak selangkah
yang bererti empat puluh tahun gaji seorang buruh,
yang memisahkan
sebuah halaman bertaman tanaman hias
dengan rumah-rumah tanpa sumur dan W.C.
Hati manusia telah menjadi acuh,
panser yang angkuh,
traktor yang dendam.

Tuhan yang Maha Rahman,
ketika air mata menjadi gombal,
dan kata-kata menjadi lumpur becek,
aku menoleh ke utara dan ke selatan –
di manakah Kamu?
Di manakah tabungan keramik untuk wang logam?
Di manakah catatan belanja harian?
Di manakah peradaban?
Ya, Tuhan yang Maha Hakim,
harapan kosong, optimisme hampa.
Hanya akal sihat dan daya hidup
menjadi peganganku yang nyata.

Bagaimana menurutmu? Puisinya indah, kan? Aku sangat menyukainya, di setiap baitnya selalu membuatku tersentuh. Apa kau merasakan hal yang sama denganku? Semoga jawabanmu adalah ya!
Sekali lagi, selamat ulang tahun yang ke-488, Ibu(kota)ku. Semoga senyum dan bahagia dapat kau rasakan kembali. Aku mencintaimu. Selalu^^

Sabtu, 25 April 2015

Perempuan di persimpangan jalan.

Saat kita sedang berjalan di jalan masing-masing, ternyata kita bertemu dijalan yang sama. Kita berjalan bersama, perjalanan yang cukup jauh.

melewati hutan yang membuat kita takut, melewati jalan berlubang yang membuat kita merasa tidak nyaman, kita melihat satu rumah dan kita nyaman berada di dalamnya.

kita berjalan,
terus berjalan, berdua.
melewati semuanya penuh cerita suka dan duka.

Aku ingin kita tetap berjalan dijalan kita, tidak perlu belok kiri atau kanan, jikapun perlu aku ingin melewatinya denganmu ..

Aku tak ingin melepas genggaman kita, pasti itu menyakitkan untukku.
Aku memintamu untuk tidak pergi, tetaplah bersamaku, sayang. Aku mohon ..

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan jika kau tak ada disampingku. Aku belum bisa melangkahkan kaki, Aku bingung. Jalan mana yang harus aku pilih? tetap melanjutkan jalan yang seharusnya kita lewati tanpa kamu, atau belok ke kanan ke jalanku, atau aku mengikutimu?
Aku ingin terus bersamamu dalam situasi apapun.

Baiklah, aku akan menunggumu di sini. Ya! Di persimpangan jalan tempat dimana kita bertemu. Aku berharap kamu akan datang kembali dan kita akan melanjutkan jalan kita. Aku menunggumu, lama , lama sekali ..

Sesekali kamu datang, aku melihatmu. Kamu mengajakku menjalani jalan pilihanmu tapi kamu tidak mendekat. Saat aku akan berkata iya dan akan melangkahkan kaki menyusulmu, kamu hilang.

Aku kembali sendirian di persimpangan ini, menunggumu. Walau terkadang menunggumu membuat ku sakit hati. Tapi, aku bersikukuh menunggumu disini.

Akankah kamu kembali padaku, sayang?
Lihatlah aku yang masih setia menunggumu di persimpangan ini. Tengoklah sebentar keseberang jalan, ada aku berdiri memandangmu, sayang. Meski aku tak berteriak memanggil namamu, yang hanya akan membuat dadaku semakin. Aku hanya bisa berdiri  menunggu harapan yang sebenarnya aku pun tak tahu itu akan jadi nyata atau hanya semu semata.

Aku selalu memanggilmu dalam setiap bait doa; Semoga, suatu saat nanti di persimpangan jalan yang kau temui ada papan bertuliskan arah menuju padaku. Lalu kau akan menemuiku, dan kita akan berjalan bersama dalam satu arah dan tujuan.

Aku akan mencoba untuk meyakini diri bahwa apa yang menjadi keputusanku sekarang adalah yang akan membawaku pada kepastian akan menemukan jalan bersama cinta.

Minggu, 29 Maret 2015

Sepenuhnya dari diriku:')



Apa yang akan ku lakukan ketika kau tak ada? Apa yang harus aku lakukan tanpamu? Apa yang harus aku lakukan jika kau tak ada di sampingku, di sisiku, dan menghilang dari kehidupanku? Aku pasti akan terdiam membisu, terpaku, dan membatu.

Kegiatan yang selalu kita lakukan dan biasa kita lakukan akankah menghilang begitu saja? Aku tak habis fikir, kepalaku pusing. Sungguh aku tak bisa membiarkanmu pergi dan menghilang begitu saja dari kehidupanku.

Kau menarik dan mengulurkan hatiku. Tubuhku lunglai jika berhadapan denganmu. Mencintaimu itu sakit tapi menyenangkan. Meskipun begitu aku akan baik-baik saja, karena beginilah rasanya jatuh cinta. Aku terpesona pada sosok dirimu.

Kepalaku rasanya seperti tenggelam di dalam air. Kau membuatku sesak nafas. Kau membuat perasaanku tak menentu, gelisah. Meski sesak di dalam air, aku masih bisa bernafas dengan baik. Karena sakit itu tak mengapa jika harus aku lakukan supaya kau tetap di sini, dan tak menghilang dari kehidupanku. Aku akan mempertahakanmu, dari sisa nafas dan akan terus aku usahakan. Aku gila karenamu sebab kau pun gila karenaku. Kita ciptakan dunia kita berdua, dunia kita sendiri, dunia gila kita.

Aku ingin selalu di sampingmu. Aku suka semua tentang dirimu. Seluruhnya yang ada pada dirimu. Aku mencintai tiap lekuk tubuhmu, sisimu. Semua kesempurnaan, bahkan akupun sangat mencintai kekuranganmu. Karena aku adalah dirimu, dan kamu adalah diriku. Kita saling berbagi dan mengisi kekurangan. Jadi, kekurangan itu akan terlihat lebih sempurna. Kau adalah segalanya bagiku. Bahkan meski kalah aku merasa menang. Meski kuserahkan diriku seutuhnya padamu, aku merasa mendapatkan dirimu yang utuh. Karena kau selalu ada di sisiku.

Berapa kali harus aku katakan padamu bahwa aku mencintaimu? Aku sangat mengagumimu, kelebihan dan kekuranganmu. Jangan takut, karena aku selalu ada di sini, di sisimu, di sampingmu untuk menemani serta menuntunmu. Jangan pula bersedih, karena sedihmu adalah sedihku juga. Dukamu, lukamu akan mengganggu ritme kehidupanku. Karena dirimu adalah sosok yang selalu aku nyanyikan, dan selalu terngiang di dalam kepala. Tak ada yang lain selain kamu di hati dan pikiranku.

Kita akan berjuang bersama-sama untuk mempertahankan cinta ini. Untuk selalu ada hingga akhir hayat. Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkanmu, untuk tetap mempertahankanmu, untuk tetap dan selalu dihatiku meskipun berat dan sakit. Akankah lebih mudah jika kita melakukannya bersama-sama.

Aku serahkan diriku seutuhnya padamu, karena kau telah memberikan semuanya padaku. Mari kita bersatu dan pertahankan cinta ini untuk merajut dan mengukir mimpi-mimpi indah. Mari kita rajut masa depan kita bersama.

Minggu, 11 Januari 2015

Cinta Pertamaku adalah Ibu♥

Saat dunia menarikku dari rahim seorang perempuan
Yang kurasakan adalah sentuhan hangat penuh kasih sayang
kurasakan kelembutan yang sangat menenangkan
Dan saat itulah, aku merasakan cinta pertama.

Saat telingaku telah mampu mendengar.
Yang kudengar adalah doa dari suara lembutnya
Ayat suci pun selalu dikumandangkan olehnya
Dan saat itulah aku merasa yakin, itu suara cinta pertamaku.

Saat mataku telah mampu melihat dunia.
Kutemukan sosok yang begitu kuat
Ia menimangku hingga terlelap.
Dan saat itu aku semakin yakin bahwa apa yang mataku lihat ini adalah cinta pertamaku.

Saat dunia mengajakku untuk berbicara
hanya kata I B U yang pertama mampu kucerna walau agak berbeda pengucapannya.
Saat itu, aku menyadari bahwa yang selama inikurasakan sentuhannya, kudengar suaranya dan kulihat wajahnya adalah memang cinta pertamaku, yaitu Ibu♥

Ibu ...
Kau adalah Cinta Pertamaku yang tak kan pernah termakan oleh masa.
Maafkan anakmu ini yang tak lagi kecil, yang terkadang membencimu ketika kau memarahiku.
Dan kasihmu terkadang membuatku tak mengerti.
Kenapa begitu sempurna kasih yang kau berikan untuk anakmu yang terkadang -bahkan sering- membuatmu marah, membuatmu kesal akan sifat dan sikapku terhadapku.
Terima kasih, Ibu.
Atas kelembutan kasih dan sayangmu untukku.
Atas segala pengorbanan hidupmu untukku
Atas segalanya yang telah kau berikan untukku.
Semoga Allah membalas semua kebaikanmu.

Ya Allah ..
Ampuni dosanya, sayangilah a seperti menyayangiku.
Berilah ia kebahagiaan didunia juga diakhirat.
Aamiin

Kamis, 01 Januari 2015

Tahukah kamu, kenapa Aku sayang Kamu??


Tahukah kamu kenapa aku sayang kamu?
Karena kamu mampu membuat hidupku indah,
hanya dengan senyum indah yang kau miliki.

Tahukah kamu kenapa aku sayang kamu?
Karena kamu mampu membangkitkan aku
saat aku jatuh dalam kesedihanku

Tahukah kamu kenapa aku sayang kamu?
Karena kamu mampu melambungkan aku,
hanya dengan pujianmu tentang aku.

Tahukah kamu kenapa aku sayang kamu?
Karena kamu mampu mengobati rasasakit hatiku,
hanya dengan mendengar suara lembutmu.

Tahukah kamu kenapa aku sayang kamu?
Karena kamu adalah kamu
Pelangi terindah yang telah hadir di hidupku

Sabtu, 20 Desember 2014

RUH

bismillahirrahmanirrahiim ..
wahai ruh ..
aku tidak pernah mengetahui apa yang terjadi dengannya
bagaimana ia mengalami sakaratul maut menjemputnya ?
bagaimana detik detik menjelang kematiannya ?
apa yang ia rasakan ?
apa yang ia lihat didalam sana ?
apa yang ia pikirkan saat itu ?

wahai  ruh ..
ku bayangkan keadaanku sepertinya
ku bayangkan saat malaikat maut datang menjemputku ..
bagaimana ketika ia mendatangiku ?
bagaimana ketika ia menarik ruhku ?
apa dengan cara perlahan lahan ?
apa dengan cara yang kasar ?
apa yang aku rasakam saat itu ?
saat engkau meninggalkan jasadku ?

wahai ruh ..
ketika kematian menjemputku
ketika ku tinggalkan dunia ini ..
bagaimana dengan orang yang mencintaiku dan aku cintai ?
menangiskah  mereka ?
atau mereka sangat bahagia ?
apa mereka memgingatku ?
atau mreka meliupakanku ?
apa mereka mengirimkan ku dengan doa doa indah ?
atau mereka mengirimku dengan amarah dan cacian cacian yang hina ?
astagfirullahal'aldzim :'(

wahai ruh ..
aku tau, aku akan sendirian disana ..
aku tau, tidak ada yang mau menemaniku didalam sana ..
tempat yang sangat gelap gulita
tempat dimana akan menjadi pengistirahatanku yang panjang ..

wahai ruh ..
jiaka amalku datang menghampiriku .
bagaimana bentuk wajahnya ?
apa amalku datang dengan wajah yang berseri ?
atau ia datang dengan wajah yang hitam seram dengan aroma yang busujk ?
dan malaikat ituuuuu ?
apa yang ia akan tanyakan kepadaku ?
mampukah aku  menjawabnya ?
atau pukulan ganda yang aku terima dari malaikat itu ?

wahai ruh ..
apa yang akan terjadi dengan jasadku didalam sana ?
hancurkah aku ?

wahai ruh ..
ketika aku  dibbangkitkan
dalam keadaan apa aku menghadap-Nya ?
dengan wajah tertunduk penuh hina kah atau dengan wajah yang putih berseri ?

wahai ruh ..
ketika aku digiring untuk berjalan ..
kemana aku akan ditempatka ?
apa jalanku lurus  menuju neraka ? atau
jalanku lurus menuju syurga ?

wahai ruh ..
ketika aku haus dahaga ..
apa yang akan ku minum ?
air dari mata air yang sangat panas atau dengan mata air dari telaga yang sangat bersih dan indah ?

wahai ruh ..
ketika aku lapar ..
apa yang akan aku makan ?
buah yang mengandung duri dan panas yang panasnya sampai menghancurkan setiap daging daging tubuhku ?
atau aku akan makan sari buah yang sangat manis?

YA RABB ..
aku tak sanggup membayangkan keadaanku diriku sendiri
aku tak sanggup menanggung siksa yang angat pedih dari-Mu
aku tak sanggup menghadapi siksa kuburmu ya rabb .....
aku tak sabggup meniti titian sakaratol mustaqim ..
aku tak sabggup saat engkau melempar tubuhku kedalam api nerakamu, ya ALLAH ....
singguh aku tak sanggupp :'(

ya ALLAH ..
aku mohooonnn ..
kasihanilah aku ..
sayangilah aku ya ALLAH ..
jangan biarkan aku menceburkan diriku sendiri kedalam nerakamu ..

ya ALLAH ..
ampunilah dosaku .
ampunilah segala kekhilafanku ..
ampuni segala hina yabng telah menjadi bagian hidupku ..
ampuni nafsuku yang telah melebihi batas .

ya RASULULLAH ..
kasihanilah umatmu ya rasul ..
tolonglah umatmu dengan syafaatmu ..

ya ALLAH ..
ijinkan aku bersama orang orang yang engkau cintai
ijinkan aku mengikuti orang orang yang engkau sayangi ..
karena aku tau ..
Engkau adalah tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang :')


Alhamdulillah aamiin ..