Perempuan Hujan

Kamis, 23 April 2015

Jatuh cintalah pada wanita yang menulis^^


Jatuh cintalah pada wanita yang menulis. Ia akan menerjemahkan pertemuan pertama dalam barisan kata-kata, pertemuan selanjutnya dalam sekumpulan prosa, dan seterusnya tanpa pernah ada titik henti. Karena ia akan terus menulis di dalam pikirannya, mimpi-mimpinya, dan namamu selalu menjadi kosa kata favorit dalam  hidupnya.

Jatuh cintalah pada wanita yang menulis. Terkadang ia hanya akan menomorduakanmu dengan sebuah buku, sepotong puisi, atau barisan kisah manis yang ditemukannya pada secarik kertas. Tiada sosok lain yang akan menggantikanmu. Bagaimana mungkin bisa terganti ketika ia sangat percaya tiada kata-kata yang lebih indah selain yang keluar dari bibirmu?

Jatuh cintalah pada wanita yang menulis. Ia akan membawamu pergi berkelana di dunianya dengan rentetan cerita dan membiarkanmu yang memilih akhir kisahnya. Ia tak punya kuasa. Karena baginya, hanya kamu seorang yang menjadi perhentian dan selalu menjadi imajinasi terindahnya. Kemarin, hari ini, dan esok hari.

Jatuh cintalah pada wanita yang menulis. Ia akan menunggumu dengan secangkir kopi atau teh, musik mengalun di telinga, dan sehelai kertas untuk menulis. Ia tak akan pernah berkeberatan untuk menantimu di mana saja dan kapan saja. Sejatinya selama di sana ada kamu – dan ketika selama ia percaya, kamu akan hadir untuknya setelah itu.

Jatuh cintalah pada wanita yang menulis. Meski kadang kau dinomorsekiankan dengan sebuah buku, secarik surat, sebait puisi, separagraf prosa, setidaknya kau tidak dinomorsekiankan karena keasyikannya dengan pria lain.

Jatuh cintalah pada wanita yang menulis. Ia akan menyusun kisahmu, menyisipkan kisahnya, lalu dijadikan satu cerita utuh. Tentu kamu diperkenankan menambahkan cerita sedih, gusar, atau tawa di dalamnya. Karena bukankah selalu ada lembaran kosong yang bisa kalian isi bersama?

Jatuh cintalah pada wanita yang menulis. Ia akan mencatat pertemuan-pertemuan denganmu ke dalam barisan kata, berkembang menjadi prosa, bahkan menjadi novel yang tak pernah ia ingin selesaikan dengan tanda titik. Bahkan, namamulah yang mungkin menjadi kata pertama yang selalu muncul di KBBl otaknya.

Jatuh cintalah pada wanita yang menulis.  Saat kau harus begadang menyelesaikan tumpukan tugasmu, ia sanggup menemanimu hingga larut sembari membaca buku atau menyelesaikan tulisannya.

Jatuh cintalah pada wanita yang menulis. Karena jika sewaktu-waktu ia terluka karenamu, ia akan menguatkan dirinya dengan berbagai macam jurus agar tak meneteskan air matanya di depanmu. Walau tanpa sepengetahuanmu ia mencurahkan isi hatinya yang tercabik kedalam sebuah tulisan. Meski tak jarang pula air mata membasahi pipinya yang biasa kau usap dan kau cubit itu ditengah keasyikannya menulis tentangmu, mungkin tentang kalian.


Jadi, jatuh cintalah  pada wanita yang menulis. Temukanlah ia. Karena ia tersembunyi di ruang-ruang sepi, lorong-lorong toko buku, atau kedai kopi di sudut jalan itu. Mungkin ia terlalu lama menunggumu dan waktunya tak lama lagi. Karena wanita yang menulis, tak selamanya akan menulis. Ia juga akan menjadi wanita yang menjawab semua pertanyaanmu, wanita yang memelukmu ketika kamu bersedih, wanita yang akan menyimpan rahasiamu, dan wanita yang selalu terjaga di antara perjalanan waktu hidupmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar