Seharian,
otakku tak berhenti memikirkanmu. Keinginanku untuk menulisimu disini; tempat berkumpulnya (si)apapun yang aku sayangi. Aku bercerita, menumpahkan semuanya di tempat ini.
Malam
ini, aku ingin mewujudkan keinginanku dan mempersembahkannya untukmu, Sahabat
yang paling aku sayangi.
Amelia
Hasanah.
Sahabat
yang paling mengerti akan kesibukanku, yang paling sabar menghadapi sikap yang kekanak-kanakanku,
yang rela tangannya basah demi menghapus air mataku, yang rela membuang-buang
waktu belajarnya ketika aku sedang meringis kesakitan di sekolah, ia yang
merawatku. Yang rela makanannya berkurang demi aku yang sedang kelaparan saat
itu.
Terima
kasih,
Atas apapun
yang telah kaulakukan untukku. Terima kasih atas uluran tanganmu yang bersedia
membantuku, atas genggaman dan pelukanmu untuk menguatkanku. Semuanya.
Aku
rindu masa-masa sekolah kita.
Setiap
pagi hingga sore, selalu ada hal yang (tanpa sengaja) tercipta diantara kita.
Mulai
dari pagi, aku selalu menunggumu di depan gang untuk berangkat sekolah bareng.
Selama diperjalanan menuju sekolah, kita selalu bertukar cerita –senang maupun
sedih-.
Sesampainya
kita di sekolah bukan langsung masuk kelas, tapi ke kantin atau ke koprasi
hanya sekedar beli minum.
Aku
ingat sekali, jadwal keterlambatan kita; hari selasa. Kita selalu dihukum,
entah disuruh ngitung pagar yang ada di sekolah, jalan jongkok, lompat kodok, lari
keliling lapangan, baca ayat kursi, sampai disuruh beli mieayam dua bungkus
dimakan sendiripun kita pernah. Kalau tidak salah, itu hukuman dari Pak Simon
ya? Haha masa yang menyebalkan tapi paling dirindukan untuk kita.
Sebenarnya
masih banyak hal-hal yang masih aku ingat dan tak mudah untuk kulupakan. Ah, kalau
semua aku ceritakan disini, mungkin tulisan ini sudah menjadi sebuah buku yang
berisi ratusan lembar di dalamnya.
Ah, ya
maaf, aku terlalu banyak bercerita disini sampai kulupa mengucapkanmu selamat
atas hari kelahiranmu hari ini. Ya! Aku
tak mungkin lupa dengan hari ini; hari dimana kamu dilahirkan dari seorang
wanita perkasa yang bernama Ibu pipit. Hihih…
Selamat
Ulang Tahun, untuk Sahabatku Tersayang. *kisshug*
Aku
selalu berharap banyak padamu, berdoa; Semoga kamu panjang umur, sehat selalu,
dimudahkan rejekinya, sukses segala-galanya, dimudahkan segala urusannya,
menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, menjadi kakak yang patut dicontoh
oleh adik-adiknya, bisa membanggakan orang tua, tetap jadi sahabat sekaligus
keluar Hikari Ni_Ji yang baik, apa
yang kamu cita-citakan dapat terwujud atas Ridha-Nya dan… masih banyak sekali
doa yang kulantunkan; semuanya yang terbaik untukmu. Ah, ya. Satu pintaku
(lagi), Sholat lima waktunya jangan pernah ditinggal ya~ J
Terima
kasih Amey, sudah mau meluangkan waktu dan mulutmu untuk membaca tulisanku ini.
Maaf ya. Aku tidak bisa memberimu kado yang berisi barang atau materi apapun tapi
kau tak usah khawatir, doaku untukmu lebih mahal harganya dari apapun.
Sekali
lagi,
SELAMAT
HARI KARTINI.
Eh, maaf
ini bukan perihal Ibu Kartini tapi tentang Kamu, Sahabat terbaikku.
SELAMAT
HARI ULANG TAHUN YANG SEKIAN TAHUNNYA
AKU MENYAYANGIMU *tjipoks* =))


Tidak ada komentar:
Posting Komentar