melalui sajak yang seharusnya
bermakna lirih
tapi tetap terpancar bahagia
aku yang masih setia
menanti kehadiran pelangi setiap
malamnya
gila, ya, mungkin mereka
menganggapku gila
menanti pelangi pada langit malam
yang tak bercahaya
hanya gugusan gemintang yang
merona
seakan menertawaiku akan
kebodohan ini
meski langit malam ini
menumpahkan molekul air membasahi tanahku berdiri
tapi sungguh aku tetap percaya,
ku yakinkan jika ini bukan
sekedar penantian yang sia-sia
pelangiku akan muncul,
pelangiku akan hadir membuatku
terpesona akan warna yang beraneka
membentuk lekukan indah
melalui setiap warna yang
membingkai senyummu yang sempurna
ya, aku gila, ku katakan sekali
lagi pada mereka "aku gila"
tapi mereka tak pernah tau
bagaimana menanti kamu yang setia
menjadi pelangi saat badai menerpa
mereka hanya tau pelangi muncul
setelah hujan
dan hanya terlihat saat langit
terang bercahaya
tapi bagiku, kamu adalah pelangi
yang hadir "saat" bukan setelah "usai"
kamu hadir untuk mengusirnya
menghapus hujan yang mengalir
dari pelupuk mataku
kamu menciptakan hangat saat
dingin memelukku
melalui senyum itu
senyum yang tak sering kau
perlihatkan secara nyata padaku
senyum yang lebih sering kau
lukiskan untuk mereka
senyum yang mungkin memang bukan
untukku
tapi aku berhasil menyimpannya
memori indah saat senyum itu
membingkai sempurna
menegaskan garis wajahmu
pelangi, aku masih tetap setia
menunggu hadirmu
berkas cahayamu tak kan
tersamarkan
meski putaran waktu mengubah
gelap langit menjadi bercahaya
aku akan hadir, selalu hadir
setiap malamnya
untuk menanti indah warna yang
kau janjikan padaku
melalui pengharapan pada Sang
Pencipta alam semesta
menjadikan nyata mimpi yang
selama ini tercipta
di suatu tempat, di luar sana,
dan hanya ada kita
aku, kamu, dan Sang Maha Kuasa
dengan sorak-sorai alam semesta
yang menjadi saksi penyatuan cinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar