Perempuan Hujan

Sabtu, 20 Desember 2014

Fernando José Torres Sanz, Inspiração (Inspirasiku).

Kali ini aku mau berbagi cerita tentang idola aku, sebut saja Torres  yang sering banget dihujat sama –yang katanya- fans sepakbola tapi gak ngerti sama sekali tentang  –Apa itu- respect. Sering aku bertanya-tanya, suporter macam apaan itu? Suporter berjenis apa itu? Kok lisan-nya mudah sekali untuk menghina, menghujat, mencemooh dan mencaci-maki.
Sebenarnya tulisan yang ingin aku tulis ini adalah inspirasi dari mereka  –yang rasis-. Kali ini mereka menjadi alasan untuk terus menulis dan mengisi blog ini.  Terima kasih yakJ *senyum gak ikhlas tapi diikhlas-ikhlasin*. Maaf yaa, aku emang agak-agak sinis gitu kalau ngomongin mereka .  Hahah oke, jangan bahas tentang mereka –yang rasis- dan –yang gak ngerti tentang arti respect- itu yah, aku malas dan aku jijik. Itu bukan topic yang ingin aku bahas kali ini, yaps! Lebih baik kita membahas DIA (Fernando Torres) yang berhasil bikin aku bangga dan kagum akan sosok kepribadiannya. Tapi, alangkah lebih baiknya, para Haters Torres juga membaca tulisan ini. jangan lupa buka mata hati dan pikiran kalian. Semoga setelah kalian membaca tulisanku ini, mata hati kalian terbuka dan pikiran jelek kalian tentang Torres segera pergi melayang terbang tinggi jauh keatas awan *eaakk haha. Semoga kalian selalu diberi kesadaran bahwa sesuatu yang baik dan benar menurut kalian itu belum tentu  jelek, dan sebaliknya. Semoga setelah kalian membaca tulisanku ini, kalian tidak lagi membenci torres malah kalian akan  mencintainya. Ingat loh, benci itu bisa saja menjadi cinta! *Nah loh?!. Dan semoga apa yang aku semoga-kan bisa terwujud. Aamiin J Oke, kita mulai yaa. Check it out!
Dia adalah Fernando José Torres Sanz, ia dijuluki dengan sebutan El Niño yang artinya (kalau tidak salah) Anak Laki-laki. Siapa yang tidak kenal dengan Fernando Torres, sosok striker milik Chelsea kelahiran Spanyol ini memiliki segala atribut yang dibutuhkan untuk menjadi striker kelas dunia. Penuh talenta, cepat, kuat, dan sangat berbahaya di muka gawang lawan. Akan tetapi, kiprah Torres langsung meredup ketika ia memutuskan bergabung bersama Chelsea. Torres kehilangan kebuasannya sebagai striker yang  “kejam” di depan gawang lawan. Torres tidak mampu menunjukkan performa yang sesuai. Tidak ada yang menduga ternyata kemudian talentanya seolah menguap, hilang tak berbekas. Torres berubah dari seorang macan ganas, menjadi tak lebih dari macan kertas. Tragis.
Nilai transfer sebesar 50 juta poundsterling membuat Torres disebut-sebut sebagai pemain matre yang bermental uang. Bagaimana tidak, semenjak bersama Liverpool, Torres telah mampu menjadi primadona dan kata-kata pujian  terus mengalir dari lisan para Liverpudlian. Akhirnya kepindahan Torres ke Chelsea dianggap sebagai pengkhiatan bagi The Reds. Tapi Torres tetap pada pilihannya, ia memutuskan pindah karena ingin merasakan juara. Itulah konsistensi diri Torres. Salut!
Derita Torres ternyata bukan hanya berakhir pada hinaan dan cemoohan para pendukung The Reds yang kecewa dengan kepindahannya. Performanya bersama The Blues menjadikannya sebagai bahan lawakan seantero Inggris. Dari seorang ahli penjebol gawang menjadi striker yang alergi menjebol gawang lawan. Entah apa sebenarnya yang tejadi pada diri Torres sehingga ia yang dulunya sangat tajam dan berbahaya di depan gawang lawan, sekarang hanya menjadi pemain berstatus bintang namun tak bersinar gemilang. Minim gol dan minus kontribusi bagi The Blues. Pamornya seketika meredup, puncaknya ialah ketika Del Bosque mengumumkan bahwa Torres tidak diikut sertakan sebagai pemain timnas Spanyol pada Euro 2012 di Polandia-Ukraina.
            Sudah jatuh tertimpa tangga. Torres terjebak pada situasi yang buruk melalui pengharapan pada capaian prestasi terbaik. Bukan hanya para pencinta bola yang bingung, Torres pun tentunya bingung. Ia yang sebelumnya begitu bersinar, kini hanya kebagian bola-bola liar di lapangan. Rekan-rekan di Chelsea pun kurang mempercayakan umpan-umpan indah padanya. Mereka mendukung Torres dari berbagai pernyataannya di media, tetapi mereka juga bersama pasti setuju bahwa ada yang salah pada diri Torres dan ia butuh waktu untuk menemukan performa terbaiknya kembali.
            Kisah hidup Torres tentunya juga relevan dengan kehidupan kita sehari-hari. Khususnya bagi mereka yang pernah merasakan indahnya karir dan manisnya prestasi. Kemudian, di saat kita semua sedang merasa akan mencapai puncak karir dan prestasi, di saat itu pula kita dicoba dengan cobaan yang tidak pernah mampu kita prediksi.
            Mengejar cita-cita dan mimpi memang membutuhkan perjuangan yang keras. Mewujudkan harapan bukanlah hal yang dilakukan dengan membalikkan telapak tangan. Mimpi dan cita-cita membutuhkan lebih dari sekedar usaha yang luar biasa. Kedua hal ini juga membutuhkan kesabaran. Ketika kita mendapatkan cobaan dalam perjalanan menggapai impian, sesungguhnya ini merupakan bentuk untuk mendewasakan pribadi kita yang masih lemah. Berbagai kesulitan itu ingin menguji semampu dan sekuat apa kita dalam perjalanan mengejar cita-cita.
            Dalam mengejar impian pun kerap sekali kita berada pada anggapan remeh dari orang lain. Tapi apakah kita harus menyerah? Di sinilah letak perbedaan antara para pemenang dengan pecundang.“The winner never quit, and the quitter never win” merupakan kalimat yang memiliki makna “Pemenang tidak pernah mundur dan mereka yang mundur tidak akan pernah menjadi pemenang” membedakan mereka yang takut dengan impiannya dan mereka yang kuat berjuang mewujudkannya. Tidak ada kesuksesan yang instan tanpa penderitaan dan perjuangan. Ketika kita melewatkan perjuangan dan takut menghadapi penderitaan, maka saat itulah kita makin jauh untuk merasakan manisnya sebuah kesuksesan.
            Sebuah proses dalam menggapai mimpi itulah yang membuat indah cerita biografi kita jika suatu saat kita tuliskan. Kisah hebat dalan bertahan dari segala kesulitan untuk mencapai impian itulah yang akan menjadi teladan bagi keluarga dan handai taulan. Ibarat metamorfosis seekor ulat daun menjadi kupu-kupu, tidak ada keindahan hidup yang luar biasa tanpa tekanan, himpitan, dan derita dalam berjuang.
            Saat ini mungkin kita menganggap berbagai kegagalan yang terjadi pada rencana-rencana kita berasal dari tidak adanya keberuntungan (lucky). Tapi yakinlah, bahwa keberuntungan itu pun perlu dipersiapkan melalui kegigihan. Kita menyaksikan bagaimana tidak menyerahnya Torres berjuang membuktikan bahwa dirinya masih layak diakui sebagai seorang pemain yang luar biasa. Ia tidak menyerah meskipun setelah berpindah ke Chelsea beberapa kali ia tidak mendapatkan posisi sebagai seorang penyerang. Tetap berjuang untuk membawa Chelsea menang. Hingga kemudian sebuah gol indah penutup kemenangan Chelsea atas Barca terjadi di Camp Nou sebagai pembuktian bahwa ia masih menjadi pembobol ulung.
            Bagi yang menyaksikan pertandingan tersebut tentunya tidak akan menyangka bagaimana Torres yang dimasukkan di menit-menit akhir pertandingan mampu mendapatkan bola yang kemudian menjadi petaka bagi tim Catalan sehingga kemudian segenap media massa di dunia memberitakan hal ini berulang-ulang. Memunculkan harapan dan pujian yang sangat besar bahwa El Nino sudah kembali pada jalan yang benar. Bagaikan efek domino, penampilannya terus mengalami perbaikan, dan puncaknya ialah ketika menjadi hattrick dalam pertandingan menghadapi sebuah tim liga Inggris.
Ah iyaa, untuk melengkapi info. Aku pernah membaca sebuah artikel disebuah blog, aku lupa apa nama blog tersebut. Kabarnya, sebelum Torres hijrah ke Chelsea ia mengalami cedera lutut yang bisa dibilang kronis dan ia sudah dua kali menjalani operasi lutut pada tahun 2010 silam. Saat itu lah titik kejatuhan Torres yang benar-benar menghilangkan ketajamannya. Torres bukan lagi El Niño dua kali melakoni operasi lutut, dimulai dengan performa tumpulnya di Piala Dunia 2010. Memang lutut adalah jantung kedua  bagi pemain seperti Torres yang mengandalkan kecepatannya. Saat jantung itu hilang kekuatannya, hilang pula masa ke-emas-annya.
Aku sangat prihatin dengan keadaannya, apalagi usia-nya yang sekarang sudah tidak bisa dibilang muda lagi. Tidak sedikit kemungkinan jika Torres bisa saja suatu saat nanti rentan mengalami cedera lutut. Tapi, aku sih selalu berharap yang terbaik untuknya. Selalu sehat-panjang umur, dimudahkan rejekinya dan disukseskan karirnya. HAHAH aamiin J
            Kisah Torres dalam menghadapi masa-masa sulitnya untuk kembali pada kegemilangan karir tentunya memiliki nilai pelajaran hidup yang sangat sayang untuk dilewatkan. Terlepas dari prasangka Torres adalah seorang pesepak bola yang mementingkan uang, yang jelas berprasangka buruk tidaklah akan membawa pelajaran yang positif bagi diri kita. Dalam menggapai sebuah kesuksesan, potensi dan kemampuan yang kita miliki sering sekali tidak berarti banyak tanpa berada pada tempat yang tepat dalam waktu yang tepat. Dalam mencari tempat yang tepat inilah dibutuhkan keberanian untuk melewati batas kenormalan dengan mencari tantangan-tantangan baru. Sementara waktu yang tepat hanya akan tercipta setelah usaha benar-benar maksimal dilakukan.
            Torres boleh saja dihina, disebut matre, dan pernah diremehkan ketika berada pada masa-masa sulit menggapai impiannya. Akan tetapi, tanggal 20 Mei 2012 harapan Torres merasakan juara di level Eropa sudah  menjadi  kenyataan.  Chelsea juara, sehingga tidak ada yang sia-sia dengan pilihan Torres. Meskipun ia tidak mencetak gol penentu kemenangan Chelsea, tetapi menurut saya Torres telah menemukan momentum yang tepat untuk mendapatkan impiannya. Menjadi juara Liga Champion Sementara bagi para Haters atau pembenci Torres, boleh jadi mereka akan terus membenci dan tidak menyukainya, karena dalam hidup ini orang-orang yang seperti itu akan selalu hadir dalam setiap perjuangan para pengejar mimpi. Namun, apakah harus selalu berusaha disukai orang lain untuk sesuatu yang benar-benar baik dan berarti bagi diri Anda?

Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar