Perempuan Hujan

Sabtu, 10 Januari 2015

Kamu dan tulisanku.

Aku menyebutmu Pelangi (dulu), dan teman-temanku pun tahu sebutan itu. Lelaki yang pernah memberiku cerita singkat tapi mempunyai sejuta arti. Lelaki yang pernah mengambil hati seorang perempuan berjilbab yang sangat sulit untuk jatuh cinta namun dengan caranya sendiri ia berhasil mencantumkan namanya dihatiku. sekali lagi, tapi itu dulu!

Kau baik. Kau selalu ada disaat aku membutuhkanmu. Kau selalu hadir ditengah dukaku, lalu kau membuatku tersenyum nyaman. Karena itu aku menyebutmu Pelangi. :)

Suatu hari itu, aku mendengar bagaimana keburukanmu dari teman-temanmu. Mereka bilang, aku tak pantas dimiliki oleh seorang laki-laki yang tak pernah menghargai perasaan perempuan. Mereka bilang, kau tak beda jauh dengan lelaki hidung belang diluar sana yang mempermainkan hati wanita.
Kau tahu apa yang kulakukan saat itu? aku hanya tersenyum, diam. Aku pura-pura tak mendengar apa yang mereka katakan tentang dirimu. Karena kau juga, aku dicap sebagai seorang perempuan bodoh yang mudah menerimamu begitu saja dan aku tak mempedulikannya. Kau tak pernah tahu tentang itu 'kan? Itu artinya aku sedang menjaga hatimu. Kau tak pernah sadar akan hal itu.

Aku hanya bisa meyakini diri, bahwa yang terlihat sejauh ini dihadapanku adalah seseorang yang baik dan mampu membuatku tersenyum disetiap harinya. Kalaupun apa yang dikatakan mereka adalah benar, apa salahnya aku mencoba membantu memperbaiki citra dirimu yang buruk dihadapan mereka -temanmu dulu-?

Saat itu, aku tak meminta kesempurnaan dalam diri kamu. Aku pun tak menuntut harus ada kebahagiaan setiap harinya. Tanpa aku meminta, kau memberi itu semua secara tidak langsung.
Selamat! Sampai saat ini, lagi-lagi kau menjadi alasanku untuk menulis. Aku memang tidak tahu, sudi atau tidakkah kamu menjadi subjek ditulisanku ini. Maafkan aku, tanpa ijin dan permisi aku menuliskan cerita tentang kita disini. Terima kasih, kamu telah memberiku cerita walau tak semua cerita yang kau berikan adalah cerita yang akhirannya bahagia dan karenamu juga aku bisa menambah tulisanku disini. hihi.

Aku janji setelah ini, aku akan mencoba melupakan cerita-cerita kita dan tak akan lagi aku menuliskannya. Aku akan mencari seseorang yang baru yang dapat memberiku cerita yang lebih menarik daripada cerita yang kau berikan padaku. Aku yakin akan menemukannya, setelah itu aku akan mengusirmu dari tulisanku. Bye.
x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar