Tiada
kisah paling indah, kisah kasih di sekolah.”
Assalamualaikum……….
Hellaww teman-teman semuaaa~
Hellaww teman-teman semuaaa~
Selamat pagi/siang/sore/ malam… Buat kalian yang kapanpun
sedang membaca tulisanku ini.
Apa kabar?? Baik yaa? Oke, Masih ingat sama Maulidya
Wibawanti yang punya nomor Absen 15? Yaps! Entah kalian masih ingat denganku
atau tidak, yang jelas aku tak akan pernah melupakan kalianJ
Well, kali ini aku mau nulis apa yang ada dipikiranku saat
ini. Mungkin tulisan ini, tulisan untuk mewakili perasaan yang mulai kangen sama suasana sekolah terutama
kelas yang dulu kita tempatin.
Flashback
…
Waktu pagi itu, di kelas yang masih sepi. Bangku-bangku yang
masih berdiri diatas meja. Bak sampah yang berdiri di depan samping kelas masih
dipenuhi dengan sambah-sampah yang mungkin
belum sempat terbuang. Papan tulis yang masih tertuliskan pelajaran kemarin
pun belum terhapuskan. Lantai kelas yang terinjak-injak oleh puluhan
kaki.daftar nama-nama siswa piket harian dan jadwal mata pelajaran yang
terpampang nyata di sebelah meja guru.Taplak meja yang masih berantakan,
semuanya akan menjadi saksi atas ilmu-ilmu yang guru-guru berikan untuk kita
dengan ikhlas dan tulus.
Dihadapan kita, tersusun berjajar kursi-kursi yang penuh
dengan kenangan, warna dan wajah-wajah yang dulu
pernah kita duduki. Wajah-wajah yang
pernah mengisi kelas dengan nafas, pernah mengisi kelas dengan absensi, pernah
mengambil ilmu dari papan tulis dihadapan kita.
Tataplah lekat-lekat sudut-sudut ruangan kelas, sejenak
mungkin kita dihantarkan pada hari-hari yang baru kita lalui. Tertawa bersama,
berfoto-foto dengan narsisnya, bernyanyi-nyanyi dengan seenaknya tanpa pernah
berpikir bahwasanya ada hari dimana kita terpatung bisu menatap proyektor hati
yang tengah kita ulang semua hal indah yang pernah dan sudah kita lewati. Kita
baru tersadar bahwa perpisahan memang menyakitkan, memang sulit meninggalkan
sebuah abstrak bernama kenangan.
Terlebih saat dimasa SMA/SMK, saat-saat
terakhir memakai putih abu-abu, saat terakhir menduduki bangku tempat belajar.
Suatu saat pasti kita akan selalu ingat saat kita, berbicara dengan teman,
bertanya tentang PR, soal-soal, tugas dan pelajaran-pelajaran yang belum
dimengerti bahkan keisengan pun selalu terjadi dan beberapa sahabat kita
menyapa manis kita dengan
keramahannya.
Ingatlah, ketika kita pulang sekolah meluangkan waktu untuk belajar
bersama untuk menghadapi tantangan Ujian Nasional !!! Dengan susah payah
memaksa diri untuk mengerti semua pelajaran. Kita terkadang belajar hingga
larut malam dengan harapan bisa lulus
pada sebuah “UJIAN” yang sebenarnya justru akan memisahkan kita. Tapi kita tahu
memang itulah jalan kita, jalan menuju masa depan untuk meraih cita-cita
masing-masing.
Ingatlah, saat kita PM (Pendalaman Materi), Ahh sangat terasa perjuangan dan kelelahan
untuk hari itu; pulang hingga sore hari, saat matahari mulai meng-emas-kan
senjanya langit. Ada yang masih menunggu jemputan entah itu Orang tua ataupun
pacar untuk mengantar kita pulang, ada juga yang menunggu angkot di tepi jalan.
Sangat terasa lelah sekali hari itu. Yaa.. Walaupun kita sangat kelelahan, tapi
masih terangkai doa-doa dalam benak kita. “Semoga
lelah ini terbayarkan dengan indahnya sebuah KELULUSAN” Aamiin J
Berdo’alah, belajarlah, berusahalah semoga “KELULUSAN” itu, “KESUKSESAN”
itu dapat kita genggam. Dan “KELULUSAN” itu insya Allah ada di genggaman kita,
“KELULUSAN” itu suatu hari nanti pasti mengantarkan kita kembali di kelas ini.
Membuat pikiran kita menerawang, menatap lagi gambaran sahabat-sahabat kita
yang didada terasa membuncah rindu akannya. Senyumnya, sedihnya, candanya, tawanya,
tangisnya, pintarnya, bodohnya, dan juga kekonyolannya.
Detak detik-detik jam boleh saja kembali mengantarkan kita
ke belakang dan kembali pada masa lalu. Namun 1 hal yang pasti terjadi :
Wajahnya telah sirna. Mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk kita berjumpa
lagi dengan wajah-wajah yang tegar, yang semangat, yang murah akan senyum, yang
ceria, wajah-wajah paling konyol dari teman dan sahabat kita, yang iseng dan
yang suka nge-jahil-in, wajah-wajah yang pintar, pendiam, cerdas, kreatif,
wajah-wajah yang jenius serta wajah-wajah yang suka nyontek saat ulangan,
wajah-wajah dikala duka salah seorang sahabat kita, tangisnya saat ia tengah
lalui berbagai masalah internalnya dan menunggu kita untuk membantunya atau
paling tidak meringankan beban yang ia rasa. Wajah-wajah yang putus asa namun
asa itu bangkit lagi, wajah-wajah luar biasa dan tak akan tergantikan,
wajah-wajah yang penuh dengan sambutan hangat, wajah-wajah saat antar-sahabat
saling “BERMUSUHAN”, Ngambekan, Cuekan,
dan akhirnya “BAIKAN” lagi J, itu
akan menjadi sebuah siklus indah menghiasi warna persahabatan.
Lihatlah, wajah sahabat kita yang sayu, yang terlihat pucat,
lemah, namun tetap nekat untuk sekolah. Ia masih menghadirkan senyuman untuk
kita, meski kita tahu senyuman yang ia berikan itu berat dihadiahkan kepada
kita. Tapi terbesitkah di hati kita untuk memikirkannya??? Jawabannya pasti ada
yang –Tidak- ada yang –Iya- dan ada juga yang –Kadang-kadang-
Kalian
tahu apa itu sahabat?? Sahabat adalah hal yang berharga didunia, wajah-wajah
yang mampu membantu kita hidup dala kehidupan. Dia memberi tahu tentang 5W1H
apapun pertanyaan kita. Dia mengajarkan banyak hal kepada kita. Dia orangtua,
dia guru, dia kakak, dia adik dan dia juga diri kita. Ya jika kita tahu itu,
tentunya kita ingin mengulang dan memutar kembali waktu yang telah kita lewati
bersama-sama, dan memperbaiki pandangan kita bahwa sahabat sangatlah begitu
berarti bagi kita.
Kenangan yang tercatat di akhir tahun-tahun kedewasaan. Ada kalanya kita
saling memaafkan atas segala hal yang mungkin disengaja ataupun tidak disengaja
selama 3 TAHUN ini. J
Perpisahan yang akan membawa kita pada masa depan yang lebih indah untuk
menggapai cita-cita kita. SEMANGAT!!! Kejarlah terus cita-cita kita kawan.
Semoga Allah mempermudah jalan kita untuk menggapai impian dan cita-cita kita. J
Don’t forget me, Maulidya Wibawanti Nomor Absen 15 :D
*haha









Tidak ada komentar:
Posting Komentar