Perempuan Hujan

Sabtu, 20 Desember 2014

Kalian Abadi Dalam Tulisanku, Kawan :)

“Tiada masa paling indah, masa masa disekolah.
Tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah.”

Assalamualaikum……….
Hellaww teman-teman semuaaa~
Selamat pagi/siang/sore/ malam… Buat kalian yang kapanpun sedang membaca tulisanku ini.
Apa kabar?? Baik yaa? Oke, Masih ingat sama Maulidya Wibawanti yang punya nomor Absen 15? Yaps! Entah kalian masih ingat denganku atau tidak, yang jelas aku tak akan pernah melupakan kalianJ
Well, kali ini aku mau nulis apa yang ada dipikiranku saat ini. Mungkin tulisan ini, tulisan untuk mewakili perasaan yang mulai kangen sama suasana sekolah terutama kelas yang dulu kita tempatin.

Flashback …
Waktu pagi itu, di kelas yang masih sepi. Bangku-bangku yang masih berdiri diatas meja. Bak sampah yang berdiri di depan samping kelas masih dipenuhi dengan sambah-sampah yang mungkin belum sempat terbuang. Papan tulis yang masih tertuliskan pelajaran kemarin pun belum terhapuskan. Lantai kelas yang terinjak-injak oleh puluhan kaki.daftar nama-nama siswa piket harian dan jadwal mata pelajaran yang terpampang nyata di sebelah meja guru.Taplak meja yang masih berantakan, semuanya akan menjadi saksi atas ilmu-ilmu yang guru-guru berikan untuk kita dengan ikhlas dan tulus.
Dihadapan kita, tersusun berjajar kursi-kursi yang penuh dengan kenangan, warna dan wajah-wajah yang dulu pernah kita duduki.  Wajah-wajah yang pernah mengisi kelas dengan nafas, pernah mengisi kelas dengan absensi, pernah mengambil ilmu dari papan tulis dihadapan kita.

Tataplah lekat-lekat sudut-sudut ruangan kelas, sejenak mungkin kita dihantarkan pada hari-hari yang baru kita lalui. Tertawa bersama, berfoto-foto dengan narsisnya, bernyanyi-nyanyi dengan seenaknya tanpa pernah berpikir bahwasanya ada hari dimana kita terpatung bisu menatap proyektor hati yang tengah kita ulang semua hal indah yang pernah dan sudah kita lewati. Kita baru tersadar bahwa perpisahan memang menyakitkan, memang sulit meninggalkan sebuah abstrak bernama kenangan.

               Terlebih saat dimasa SMA/SMK, saat-saat terakhir memakai putih abu-abu, saat terakhir menduduki bangku tempat belajar. Suatu saat pasti kita akan selalu ingat saat kita, berbicara dengan teman, bertanya tentang PR, soal-soal, tugas dan pelajaran-pelajaran yang belum dimengerti bahkan keisengan pun selalu terjadi dan beberapa sahabat kita menyapa manis kita dengan keramahannya.

                Ingatlah, ketika kita pulang sekolah meluangkan waktu untuk belajar bersama untuk menghadapi tantangan Ujian Nasional !!! Dengan susah payah memaksa diri untuk mengerti semua pelajaran. Kita terkadang belajar hingga larut malam dengan harapan  bisa lulus pada sebuah “UJIAN” yang sebenarnya justru akan memisahkan kita. Tapi kita tahu memang itulah jalan kita, jalan menuju masa depan untuk meraih cita-cita masing-masing.

                Ingatlah, saat kita PM (Pendalaman Materi), Ahh sangat terasa perjuangan dan kelelahan untuk hari itu; pulang hingga sore hari, saat matahari mulai meng-emas-kan senjanya langit. Ada yang masih menunggu jemputan entah itu Orang tua ataupun pacar untuk mengantar kita pulang, ada juga yang menunggu angkot di tepi jalan. Sangat terasa lelah sekali hari itu. Yaa.. Walaupun kita sangat kelelahan, tapi masih terangkai doa-doa dalam benak kita. “Semoga lelah ini terbayarkan dengan indahnya sebuah KELULUSAN” Aamiin J

                Berdo’alah, belajarlah, berusahalah semoga “KELULUSAN” itu, “KESUKSESAN” itu dapat kita genggam. Dan “KELULUSAN” itu insya Allah ada di genggaman kita, “KELULUSAN” itu suatu hari nanti pasti mengantarkan kita kembali di kelas ini. Membuat pikiran kita menerawang, menatap lagi gambaran sahabat-sahabat kita yang didada terasa membuncah rindu akannya. Senyumnya, sedihnya, candanya, tawanya, tangisnya, pintarnya, bodohnya, dan juga kekonyolannya.

Detak detik-detik jam boleh saja kembali mengantarkan kita ke belakang dan kembali pada masa lalu. Namun 1 hal yang pasti terjadi : Wajahnya telah sirna. Mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk kita berjumpa lagi dengan wajah-wajah yang tegar, yang semangat, yang murah akan senyum, yang ceria, wajah-wajah paling konyol dari teman dan sahabat kita, yang iseng dan yang suka nge-jahil-in, wajah-wajah yang pintar, pendiam, cerdas, kreatif, wajah-wajah yang jenius serta wajah-wajah yang suka nyontek saat ulangan, wajah-wajah dikala duka salah seorang sahabat kita, tangisnya saat ia tengah lalui berbagai masalah internalnya dan menunggu kita untuk membantunya atau paling tidak meringankan beban yang ia rasa. Wajah-wajah yang putus asa namun asa itu bangkit lagi, wajah-wajah luar biasa dan tak akan tergantikan, wajah-wajah yang penuh dengan sambutan hangat, wajah-wajah saat antar-sahabat saling “BERMUSUHAN”, Ngambekan, Cuekan, dan akhirnya “BAIKAN” lagi J, itu akan menjadi sebuah siklus indah menghiasi warna persahabatan.

Lihatlah, wajah sahabat kita yang sayu, yang terlihat pucat, lemah, namun tetap nekat untuk sekolah. Ia masih menghadirkan senyuman untuk kita, meski kita tahu senyuman yang ia berikan itu berat dihadiahkan kepada kita. Tapi terbesitkah di hati kita untuk memikirkannya??? Jawabannya pasti ada yang –Tidak- ada yang –Iya- dan ada juga yang –Kadang-kadang-

                Kalian tahu apa itu sahabat?? Sahabat adalah hal yang berharga didunia, wajah-wajah yang mampu membantu kita hidup dala kehidupan. Dia memberi tahu tentang 5W1H apapun pertanyaan kita. Dia mengajarkan banyak hal kepada kita. Dia orangtua, dia guru, dia kakak, dia adik dan dia juga diri kita. Ya jika kita tahu itu, tentunya kita ingin mengulang dan memutar kembali waktu yang telah kita lewati bersama-sama, dan memperbaiki pandangan kita bahwa sahabat sangatlah begitu berarti bagi kita.

                Kenangan yang tercatat di akhir tahun-tahun kedewasaan. Ada kalanya kita saling memaafkan atas segala hal yang mungkin disengaja ataupun tidak disengaja selama 3 TAHUN ini. J Perpisahan yang akan membawa kita pada masa depan yang lebih indah untuk menggapai cita-cita kita. SEMANGAT!!! Kejarlah terus cita-cita kita kawan. Semoga Allah mempermudah jalan kita untuk menggapai impian dan cita-cita kita. J
Don’t forget me, Maulidya Wibawanti Nomor Absen 15 :D *haha








I Love You All


ADMINISTRASI PERKANTORAN’s FAMILY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar