Aku melihat sesuatu dalam
rumahmu,
Kakiku melangkah ke arah pintu
masuk, tapi …
“Jangan! Aku tak ingin membuatmu
sakit” ucapmu.
Langkahku terhenti
Mataku kembali menyusuri setiap
sudut ruangan.
Aku melihat sesuatu yang menarik
untuk kutelusuri,
“Aku ingin ke sana. Ijinkalah,
kumohon!” pintaku.
kau mengangguk.
Lagi, kakiku kembali melangkah
Ke tempat yang bernama kenangan.
di sana ada kau dan dia; perempuan
yang kau cintai.
Mataku menyusuri lekuk tubuh
perempuan itu,
“Kau mencintai perempuan ini
dengan sungguh” kataku
“Itu dulu!” suaramu terdengar
“kalau itu dulu, untuk apa kau
masih menyimpan perempuan ini dalam rumahmu?”
Aku kembali mengitari sudut
kenanganmu
Dan lagi, aku melihat sesuatu
Sebuah televisi yang memutarkan
adegan kau bersama perempuan itu;
Terlihat kau sedang memetik senar
gitarmu,
Sedangkan perempuan itu, duduk
manis di depanmu.
Kau menyanyikan sebuah lagu,
Terdengar sangat sendu.
BERNAFAS UNTUKMU
Lagu yang kaunyanyikan untuknya.
Aku mengarahkan pandanganku
padamu
“Lihat, kau yang sedang bersamaku
saja, masih begitu mencintainya”
Aku tersenyum menyembunyikan
luka.
“Aku hanya mencintaimu” kau memelukku.
Kau melihat hujan di mataku,
Aku memang perempuan yang selalu
gagal menyembunyikan kesedihan.
Kau memelukku lagi, dan aku
tenggelam.
“Mari kita pergi dari sini, aku
tak ingin berlama-lama melihatmu bersedih”
kau merangkulku, aku tersenyum.
kaki kita melangkah bersama ke
arah pintu keluar,
Sesekali aku memutar kepalaku ke
arah belakang,
Masih kudapati perempuan itu
sedang berdiri di belakang punggung kami,
Melihat kaki yang melangkah, tangan
yang saling merangkul.
Perempuan itu melihatkan wajah
yang tak suka,
Kami tersenyum, melanjutkan
langkah.
MENUJU KEBAHAGIAAN.
NB:
Keingintahuan dalam sebuah hubungan itu perlu termasuk perihal masa lalumu
dengan seseorang. Tujuannya bukan untuk menyakiti diri sendiri, tapi untuk
belajar; bagaimana cara untuk tidak menyakiti orang yang kaucintai, seperti kau
disakiti/menyakiti masa lalumu. Satu lagi, terima bagaimana pun masa lalunya –jika
kau mencintainya dengan sungguh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar