Dear,
Ini
surat cinta yang ku tulis dengan hati, goresannya penuh kerinduan, kalimatnya
adalah syair penyerta rasa sayang. Sebagai
ungkapan rasa terima kasih atas kebersamaan yang terjalin harmonis sejak
pertama kali kau terima rasa ini.
Sebenarnya
ku tak pandai merangkai kata atas nama cinta, karena rasa ini sangat sederhana
ketika kupersembahkan padamu. Jadi, maafkan kelancanganku andai menggambarkanmu
tak seindah nyatanya.
Pernahkah
kau dengar dengup jantungku, ketika kau di dekatku? Disana akan kau rasakan
getaran harap dan cemas. Harapku padamu, untuk bisa menerima segala kekurangan
yang ku emban. Cemasku, andai ku tak mampu mencukupi rasa cintamu.
Dan
saat mendung mulai menangis, bayangmu kembali hadir dengan semua kenangan indah
tentang kita. ingin ku tembus kegelapan,menyibak tirai air yang jatuh dari
langit,tapi jejakmu terhapus genangan,tak nampak walau terbathinkan.
Izinkan
aku menyebut namamu di sembarang waktu, agar aku selalu memiliki kekuatan untuk
berbuat lebih baik, lebih berarti, lebih bermakna. Biar namamu lebih terpatri
di hati. Karena di sepanjang perjalanan hidup ini, entah berapa lagi sisa waktu
yang harus kita tempuh, tak seorangpun tahu. Yang ku tahu, aku ingin melewati
sisa waktu bersamamu.
masih
kutunggumu di fajar menyingsing, mengharap sebuah pertemuan,
Bahwa
hujan yang lebat itu datang untuk memberikan pelangi yang indah di ujung sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar