Perempuan Hujan

Sabtu, 20 Desember 2014

Dear You ...

Dear,
Ini surat cinta yang ku tulis dengan hati, goresannya penuh kerinduan, kalimatnya adalah syair penyerta rasa sayang.  Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kebersamaan yang terjalin harmonis sejak pertama kali kau terima rasa ini.
Sebenarnya ku tak pandai merangkai kata atas nama cinta, karena rasa ini sangat sederhana ketika kupersembahkan padamu. Jadi, maafkan kelancanganku andai menggambarkanmu tak seindah nyatanya.
Pernahkah kau dengar dengup jantungku, ketika kau di dekatku? Disana akan kau rasakan getaran harap dan cemas. Harapku padamu, untuk bisa menerima segala kekurangan yang ku emban. Cemasku, andai ku tak mampu mencukupi rasa cintamu.
Dan saat mendung mulai menangis, bayangmu kembali hadir dengan semua kenangan indah tentang kita. ingin ku tembus kegelapan,menyibak tirai air yang jatuh dari langit,tapi jejakmu terhapus genangan,tak nampak walau terbathinkan.
Izinkan aku menyebut namamu di sembarang waktu, agar aku selalu memiliki kekuatan untuk berbuat lebih baik, lebih berarti, lebih bermakna. Biar namamu lebih terpatri di hati. Karena di sepanjang perjalanan hidup ini, entah berapa lagi sisa waktu yang harus kita tempuh, tak seorangpun tahu. Yang ku tahu, aku ingin melewati sisa waktu bersamamu.
masih kutunggumu di fajar menyingsing, mengharap sebuah pertemuan,

Bahwa hujan yang lebat itu datang untuk memberikan pelangi yang indah di ujung sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar