Perempuan Hujan

Selasa, 14 April 2015

Terima Kasih, Mas^^


Assalamualaikum,

Selamat malam, Si Mas, Pemberi Video :)

Sebelumnya aku ingin berterima kasih atas video yang kaupersembahkan untukku. Susah payahkah, kau membuatnya, Mas? Kalau jawabanmu, Iya. Maka usahamu tak sia-sia, aku menghargai apapun yang kaubuat dan kauusahakan.

Aku suka dengan lagu yang kau bawakan,
Seakan menghipnotis indera pendengaran dan penglihatanku. Dan organ tubuhku; Jantung, ia bekerja lebih cepat dan lebih kencang dari biasanya.

Kata-kata yang kau susun,
Seakan berjalan menuju rumah. Geraknya pelan, namun pasti. Dibarengi dengan usaha dan keyakinan, bahwa itulah rumah yang kautuju. Rumah yang ingin kau tempati.

Kali ini, aku ingin membicarakan tentang beberapa perihal di dalam video yang kaubuat itu.
Perihal pertama, tentang "(sok) romantis" yang kautulis di dalam videomu itu.
Aku tak peduli, seberapa hebat kamu menyusun kata seperti para pujangga. Dan, Aku pun tak peduli dengan suaramu yang tak semerdu suara musisi ternama sekalipun. Karena yang aku inginkan dari dirimu adalah Dirimu sendiri, bukan yang lain.

Periha kedua, tentang Harapmu. Agar aku mengerti perasaanmu yang begitu serius dalam mencintai.
Aku sangat mengerti perasaanmu, Mas. Maaf, bukan maksudku untuk meragukanmu. Aku hanya bermawas diri. Aku punya ketakutan yang sama sepertimu; memilih orang yang salah. Mungkin tanpa kau sadari, kau memang pernah membuatku ragu. Ini soal perlakuanmu terhadap (hampir)  semua perempuan. Saat itu, aku terbakar api, panas sekali. Ya! Aku memang pencemburu, Mas. P.E.N.C.E.M.B.U.R.U. Jadi Aku harap, Kau mampu menjaga hatiku setelah kau mendapatkannya.

Ah, ya.
Aku ingin mengucapkanmu, Selamat.
Selamat, kau membuatku merasa lebih nyaman saat aku berada didekatmu. Kau selalu menciptakan senyuman disetiap lekuk bibirku, bisa merubah kesedihanku menjadi sebuah kebahagiaan. Dan benar katamu, semua akan terasa begitu indah ketika kita bersama.

Perihal ketiga, tentang Doamu. Semoga akulah yang terbaik untukmu.
Doamu sama seperti apa yang kuucapkan ketika aku sedang meminta dan berharap pada si Sang Pemilik Hati yang sesungguhnya. Aku ingin menjadi yang terbaik untukmu, dan begitupun sebaliknya. Aku ingin selalu melihatmu seperti biasanya; Kau yang selalu bercerita tentang (si)apapun, dan aku menjadi si pendengar setianya. Masih banyak hal-hal yang biasa kau lakukan didepanku, baik hal yang serius maupun hal konyol sekalipun, kau selalu bercerita.

Perihal keempat, tentang kekhawatiranmu terhadapku. Apakah aku baik-baik saja, disini?
Aku memang sering mengeluh sakit. Tapi, bukan berarti aku tak kuat melawan rasa yang menyebalkan itu. Selagi ada Tuhan, Cokelat dan KAMU. Tuhan; Dokterku, Cokelat; Obatku, dan KAMU; Vitaminku. Jadi, kau tak usah mengkhawatirkan keadaanku.

Perihal kelima, tentang sifat burukmu.
Masih ingat dengan kalimat, "Apapun kamu, Aku suka."? Kalimat itu tak hanya berlaku untukku (saja), tapi untukmu (juga)! Lagipula, aku tak pernah menuntut apapun darimu, 'kan? Apalagi menuntutmu untuk menjadi yang sempurna.
Aku ini bukan Tuhan, Mas, yang dapat berkehendak sesuka hati. Aku hanya manusia serba biasa, yang hanya ingin mengajak. Ya! Mengajak, bukan berkehendak seenak jidat. Jadi, apapun ajakanku demi kebaikanmu, aku berharap kau dapat menerimanya dengan senang hati. Siap, Mas? :)

Perihal terakhir, tentang tulisan ini yang bermaksud untuk membalas video yang kauberikan untukku.
Maaf, aku tak sekreatif kamu dalam hal membuat apapun termasuk video. Aku hanya bisa menulis, untuk menumpahkan apapun yang --telah dan sedang-- aku rasakan. Walaupun tak bersuara, tak bergambar dan tak bergerak seperti videomu, tapi aku yakin kau dapat mendengarkan suara(hati)ku yang sesungguhnya. Kau dapat melihat gambar, melalui bayangan-bayangan ketika kita sedang bersama dan aku begitu yakin, tulisan ini mampu menggerakkan hatimu saat membacanya.
Hahaha pede kali, aku ini. Ah, tapi, semoga apa yang aku yakini dapat kaurasakan ya, Mas. hehe
Terima kasih juga atas waktu yang kau luangkan, hanya untuk sekadar membaca tulisanku ini. Aku percaya, suatu saat kebaikanmu pasti balas Tuhan yang Maha Baik.

Aku rasa, cukup sampai disini saja tulisan berupa balasan dari videomu itu. Selamat malam, dan selamat beristirahat. Semoga kebahagiaan selalu setia mendampingimu esok, lusa, dan selamanya. Aamiin.


Assalamualaikum, Mas^^

Minggu, 29 Maret 2015

Sepenuhnya dari diriku:')



Apa yang akan ku lakukan ketika kau tak ada? Apa yang harus aku lakukan tanpamu? Apa yang harus aku lakukan jika kau tak ada di sampingku, di sisiku, dan menghilang dari kehidupanku? Aku pasti akan terdiam membisu, terpaku, dan membatu.

Kegiatan yang selalu kita lakukan dan biasa kita lakukan akankah menghilang begitu saja? Aku tak habis fikir, kepalaku pusing. Sungguh aku tak bisa membiarkanmu pergi dan menghilang begitu saja dari kehidupanku.

Kau menarik dan mengulurkan hatiku. Tubuhku lunglai jika berhadapan denganmu. Mencintaimu itu sakit tapi menyenangkan. Meskipun begitu aku akan baik-baik saja, karena beginilah rasanya jatuh cinta. Aku terpesona pada sosok dirimu.

Kepalaku rasanya seperti tenggelam di dalam air. Kau membuatku sesak nafas. Kau membuat perasaanku tak menentu, gelisah. Meski sesak di dalam air, aku masih bisa bernafas dengan baik. Karena sakit itu tak mengapa jika harus aku lakukan supaya kau tetap di sini, dan tak menghilang dari kehidupanku. Aku akan mempertahakanmu, dari sisa nafas dan akan terus aku usahakan. Aku gila karenamu sebab kau pun gila karenaku. Kita ciptakan dunia kita berdua, dunia kita sendiri, dunia gila kita.

Aku ingin selalu di sampingmu. Aku suka semua tentang dirimu. Seluruhnya yang ada pada dirimu. Aku mencintai tiap lekuk tubuhmu, sisimu. Semua kesempurnaan, bahkan akupun sangat mencintai kekuranganmu. Karena aku adalah dirimu, dan kamu adalah diriku. Kita saling berbagi dan mengisi kekurangan. Jadi, kekurangan itu akan terlihat lebih sempurna. Kau adalah segalanya bagiku. Bahkan meski kalah aku merasa menang. Meski kuserahkan diriku seutuhnya padamu, aku merasa mendapatkan dirimu yang utuh. Karena kau selalu ada di sisiku.

Berapa kali harus aku katakan padamu bahwa aku mencintaimu? Aku sangat mengagumimu, kelebihan dan kekuranganmu. Jangan takut, karena aku selalu ada di sini, di sisimu, di sampingmu untuk menemani serta menuntunmu. Jangan pula bersedih, karena sedihmu adalah sedihku juga. Dukamu, lukamu akan mengganggu ritme kehidupanku. Karena dirimu adalah sosok yang selalu aku nyanyikan, dan selalu terngiang di dalam kepala. Tak ada yang lain selain kamu di hati dan pikiranku.

Kita akan berjuang bersama-sama untuk mempertahankan cinta ini. Untuk selalu ada hingga akhir hayat. Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkanmu, untuk tetap mempertahankanmu, untuk tetap dan selalu dihatiku meskipun berat dan sakit. Akankah lebih mudah jika kita melakukannya bersama-sama.

Aku serahkan diriku seutuhnya padamu, karena kau telah memberikan semuanya padaku. Mari kita bersatu dan pertahankan cinta ini untuk merajut dan mengukir mimpi-mimpi indah. Mari kita rajut masa depan kita bersama.

Sabtu, 28 Maret 2015

Selamat Ulang Tahun, Mas^^

Kepada,

Kamu yang hari ini sedang berulang tahun.

Selamat malam, bagaimana keadaanmu setelah disibukkan dengan kegiatan di kampus? Semoga kau selalu sehat ya.

Aku bingung harus nulis apa disini, tapi maksudku jelas. Aku ingin mengucapkanmu Selamat atas bertambahnya umurmu dihari ini. Maaf, Aku baru tahu kalau kau hari ini sedang berulang tahun, bukan karena tak penting bagiku. Kau memaafkanku, 'kan? Ah, sudahlah. Ini bukan perihal permohonan maaf, tapi tentang hari kebahagiaanmu.

Seiring waktu berjalan, kau sengaja dan tanpa sengaja telah meninggalkan cerita dan menciptakan beberapa cerita baru lagi dihidupmu. Dengan bertambahnya usiamu hari ini, semoga kau selalu sehat, semakin dewasa dalam menjalani hidupmu, apa yang kau impikan selama ini dapat terwujud, menjadi seseorang yang dibanggakan dan diandalkan dan semoga kau selalu diberikan kebahagiaan dunia dan akhiratmu (kelak).

Selamat Ulang Tahun yang sekian tahunnya. Biarpun tak semahal berlian, meskipun tak sewangi bunga mawar, dan tak seindah rangkaian puisi. Hanya tulisan sederhana ini yang bisa ku rangkumkan untukmu dan dengan segala doa disetiap kata yang terucap.

Maaf, baru ku ucapkan selamat untukmu. Bukan karena lupa atau terlalu sibuk, tapi memang aku sengaja ingin menjadi yang terakhir untukmu, untuk hidupmu. Duh! Hihih:$

Ah, ya kalau menurutmu doa-doa yang kutuliskan disini, kurang. Kau boleh tambahkan sesuka hatimu, apapun itu doamu akan ku Aamiin-kan dari sini. Terima kasih sudah meluangkan waktumu untuk sekedar membaca tulisan yang kubuat untukmu, memang tak terlalu bagus tapi ini spesial untukmu. Kau senang, 'kan? Harus dong!

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun, Mas :)

Selasa, 10 Maret 2015

Selamat Ulang Tahun, Chelsea FC!

Sebelum tanggal 10 Maret habis ditelan waktu, aku harus menuliskan ini untuk sesuatu yang spesial dari bagian hidup bagi siapa saja yang mengaguminya. Namanya, Chelsea Football Club. Ia berasal dari London Barat, Inggris. Lahir pada tanggal 10 Maret 1905. Chelsea FC mempunyai keluarga yang amat setia mendukungnya (sebut saja 'Kami'). Mereka bersatu di atas strategi yang penuh makna untuk terus mendukung klub kebanggaannya. Saat Chelsea FC mengalami sebuah kekalahan, mereka tak saling menyalahkan, melainkan saling menguatkan. Mereka selalu bertahan, mencoba menahan egosentris sekuat tenaga demi kerjasama tim sehingga menghasilkan keseimbangan.

Aku; Satu dari jutaan orang yang mendukung klub Chelsea FC. Walau hanya sebagai penonton layar kaca, tapi Aku begitu militan mendukungnya. Ah, aku rasa semua pendukung Chelsea FC sama militannya sepertiku, bahkan melebihiku.

Selamat Ulang Tahun yang ke-110 tahun untuk Klub Kesayangan kami, Chelsea FC.

Tak banyak berharap di usiamu yang semakin panjang ini. Semoga tekad untuk menjadi Juara -di semua ajang kompetisi- semakin kuat dan membara terang. Semoga apa yang kami teriakan untuk mendukungmu, menjadi semangatmu. Dan semangat kami untuk mendukungmu, semoga menjadi kekuatanmu. Selalu menjadi klub kebanggaan masyarakat London, dan Dunia. Jangan takut kami hanya mendukungmu di saat menang (saja) atau meninggalkanmu saat imbang dan kalah sekalipun, karena slogan "CHELSEA TILL I DIE" sudah mendarah daging ditubuh kami. Ya, darah kami menjadi biru sejak kami mendukungmu. Dan kami tak pernah menyesal.

Ah, ya. Kompetisi EPL dan UCL belum berakhir, klub-klub lain mengejar kemenangan; termasuk Chelsea FC. Kami harap, kalian bisa menjadi juara di kedua ajang kompetisi tersebut. Lakukan yang terbaik untuk menjadi yang terbaik, kami percaya pada kalian. Tenanglah, kami selalu mendukungmu. Selalu.

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun yang ke-110
Sukses selalu, demi hasil akhir yang kita impikan (menjadi Treble Winner) di tahun 2015 ini :)

Senin, 09 Maret 2015

Darah Juang.

Aparat keamanan melakukan penembakan yang terus membabi buta. Pelemparan gas air mata pun terjadi hampir di setiap jalan. Kami mahasiswa dari perguruan tinggi dan sebagian masyarakat yang turun ke jalan terpancing emosi untuk terus memberontak. Aparat yang tak punya hati nurani itu menganiaya dan menginjak-injak kami.  Cairan darah terus menetes pada tubuh kami. Tumpah ruah bak hujan yang mengguyur bumi.

Aku; salah satu mahasiswa yang turun aksi dibiarkan tergeletak di tengah jalan. “Negeri yang permai ini menjadi kotor dihuni para iblis seperti kalian, Tuan. Demi Tuhan, Kami disini berjuang untuk menyelamatkan bangsa ini!” volume suaraku meninggi, emosiku semakin meningkat dan ribuan kalimat pedas pun sudah kulontarkan. Keadaan semakin memanas. Aparat pun semakin keras terhadap kami yang tak pernah mau menyerah akan perlawanan ini.
 


#FiksiLaguku ini terinspirasi dari Lagu ‘Darah Juang’ dari John Tobing.